Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Pilar-pilar Pembangunan Wilayah

1. Sumber Daya Alam
* Komponen SDA
* Potensi dan kendala
* Daya dukung lahan

Dasar-dasar Perencanaan dan Pengembangan Wlayah

Inti tujuan dari perencanaan dan pengembangan wilayah adalah menjadikan wilayah yang belum berkembang menjadi berkembang dengan teori pengembangan dan teori pembangunan.Yang harus diperhatikan dari daerah tersebut yaitu potensi dan karakteristik yang mencakup;  Lahan/SDA, aktivitas ekonomi, kelembagaan dan potensi.

Analisis Shift and Share (Perubahan Struktur Ekonomi Wilayah)



Analisis Shift and Share membandingkan perbedaan laju pertumbuhan berbagai sektor (industri) di region dengan wilayah orientasi (nasional). Metode ini lebih tajam dibandingkan dengan metode LQ. Metode LQ tidak memberikan penjelasan atas faktor penyebab perubahan, sedangkan metode Shift and Share memperinci penyebab perubahan atas beberapa variabel. Analisis ini menggunakan metode pengisolasian berbagai faktor yang menyebabkan perubahan struktur industri suatu daerah dalam pertumbuhannya dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya. Dalam penganalisaannya meliputi penguraian faktor penyebab pertumbuhan berbagai sektor di suatu daerah dalam kaitannya dengan ekonomi nasional.

Kemiskinan


Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.  Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. 

Pembangunan Pertanian dan Liberalisasi Perdagangan


Globalisasi merupakan suatu proses yang tidak dapat dihindari oleh satu negara pun di dunia. Batas-batas negara luluh (borderless) dengan salah satu cirinya adalah adanya persaingan bebas. Persaingan bebas menyebabkan hanya negara-negara yang memiliki daya saing saja yang bisa mengambil keuntungan.

pembangunan pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia


Arah pembanguna pertanian yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia adalah dengan menerapkan inovasi teknologi di tengah-tengah pertanian Indonesia.Dengan adanya inovasi teknologi yang berarti diharapkan akan dapat menaikkan dan menggembangkan produk-produk unggul pertanian Indonesia

Teori Pembangunan Pertanian dan Fenomena Pertanian Indonesia


Laporan Fokus (Kompas, 17/1/2004) tentang Kisruhnya Politik Pangan banyak menguak tabir persoalan pangan dan pertanian di Indonesia yang tak pernah selesai dari dulu hingga sekarang. Beberapa narasumber telah menyoroti akar persoalan dari mulai kebijakan produksi, impor, keterbatasan lahan, sampai pada kelembagaan di sektor pertanian.Namun, keseluruhan pandangan itu belum secara tegas menyatakan jalan apa yang harus ditempuh Indonesia dalam membenahi masalah pangan dan sektor pertanian.

Ketahanan Pangan di Indonesia


Indonesia adalah bangsa yang memiliki komtmen yang kuat pada ketahanan pangan tersurat dalam berbagai dokumen negara.  UUD 1945 (Pasal 27 Ayat 2, Pasal 33Ayat 3 dan Pasal 34) secara implisit memberikan jaminan pada setiap penduduk Indonesia berhak atas kecukupan pangan yang menyehatkan. Undang-Undang Pangan No.7 Tahun 1996 (Pasal 1) mengatur penyediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau bagi setiap rumah tangga di Indonesia. Upaya peningkatan status gizi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantunggan pada beras melalui diversifikasi pangan diatur dalam Keppres No. 22 Tahun 2009.

Sistem Agribinis dan Sistem Pertanian


Agribisnis adalah kegiatan manusia yang memanfaatkan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi kegiatan dalam bidang pertanian. Agribisnis mmempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Secara luas, agribisnis berarti "bisnis berbasis sumber daya alam".

Kelapa Sawit Penyebab Kerusakan Lingkungan


Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Budaya Pertanian Masyarakat Prasejarah Indonesia


Masyarakat pertanian awal
Pertanian adalah perkembangan alami yang berasal dari kebutuhan. Sebelum pertanian, berburu dapat memenuhi kebutuhan makanan. Masyarakat Asia Tenggara telah melakukan berbagai kegiatan domestikasi baik berupa hewan maupun tanaman seperti memelihara anjing, ayam, dan babi beribu-ribu tahun yang lalu. Makanan terkait dengan status sosial. Orang yang memiliki makanan berlebih dianggap sebagai orang kaya. Orang-orang kaya seperti ini biasanya bekerja bertahun-tahun mengumpulkan makanan

Perkembangan Pertanian dari Zaman ke Zaman


Zaman Mesopotamia yang merupakan awal perkembangan kebudayaan, merupakan Zaman yang turut menentukan sistem pertanian kuno. Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung, dan jutu tulis-juru tulis. Tulang punggung pertanian terdiri dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persediaan pangan dunia:

Sejarah singkat pertanian dunia


Sejarah pertanian adalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatu masyarakat mampu untuk menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian memaksa suatu kelompok orang untuk menetap dan dengan demikian mendorong kemunculan peradaban. Terjadi perubahan dalam sistem kepercayaan, pengembangan alat-alat pendukung kehidupan, dan juga kesenian akibat diadopsinya teknologi pertanian. Kebudayaan masyarakat yang tergantung pada aspek pertanian

Profil Jawa Barat


Geografi
Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5°50 - 7°50 LS dan 104°48 - 104°48 BT dengan sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa, bagian barat dengan Banten, serta DKI Jakarta di utara, sebelah timur berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah, antara samudra Indonesia di selatan, dan selat Sunda di barat. Dengan daratan dan pulau-pulau kecil (48 pulau di samudera Indonesia, 4 pulau di laut Jawa, 14 pulau di teluk Banten dan 20 pulau di selat Sunda), luas wilayah Jawa Barat

SUBTANSI, SKALA, PERIODE DAN PENETAPAN RTRW NASIONAL, RTRW PROPINSI DAN RTRW KABUPATEN


1. Substansi RTRW Kabupaten, RTRW Propinsi dan RTRW Nasional
A. Substansi RTRW Kabupaten
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten disusun dengan kedalaman substansi yang sesuai dengan ketelitian atau skala petanya. Unit analisis yang digunakan di dalam RTRW Kabupaten adalah unit kecamatan sedangkan sistem jaringan prasarana digambarkan pada kedalaman sistem primer dan sekunder.

Indikator Pembangunan


1.  Indikator Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang cepat tentunya dipacu oleh investasi yang memadai. Investasi yang ditanamkan terhadap suatu sektor ekonomi akan menghasilkan penambahan nilai tambah yang berbeda-beda pada  masing-masing sektor. Karena itu dibutuhkan suatu indikator yang dapat mengetahui kebutuhan investasi dan peranannya terhadap             peningkatan PDRB. Untuk mengetahui kebutuhan investasi dan peranannya terhadap peningkatan output sektor ekonomi diperlukan penghitungan

Ruang Lingkup Perencanaan Wilayah


1. Ruang Lingkup Substantif
Perencanaan Sosial (Social Planning)
Perencanaan pembangunan yang berorientasi dan bermotivasi kepada segi kehidupan kemasyarakatan.
Produk : Perencanaan dan pengembangan pendidikan, kesehatan, kependudukan, keluarga berencana, kelembagaan, keagamaan, politik, dll.

PRINSIP DASAR TEORI PERTUMBUHAN WILAYAH


A. NeoKlasik
1. Faham keseimbangan Dinamis (Equilibrium)
    Mekanisme keseimbangan pasar secara otomatis.
2. Hambatan jarak diabaikan.
3. Faktor produksi (dapat diperoleh) sama di semua wilayah.
4. Ekonomi merupakan faktor yang sangat penting dalam pengembangan wilayah.
5. Perkembangan ekonomi dapat diramalkan. 
     (Richardson, 1979) ; (Chrisholm,1990)

Pengembangan wilayah Pertanian berdasarkan pertimbangan ekonomi


Pertimbangan lokasi kegiatan pertanian berdasarkan pengaruh faktor ekonomi dikemukakan oleh Von Thunen. Menurut Von Thunen, produk pertanian yang tahan simpan hendaknya diusahakan pada lokasi yang lebih jauh dari pasar sedangkan produk yang harus dikonsumsi segar dihasilkan pada lokasi yang lebih dekat dengan perkotaan (Mather, 1986). Selain itu, untuk menghasilkan secara ekonomis kegiatan pertanian harus memperhatikan syarat tumbuh tanaman, yang sangat terkait dengan kondisi fisik lahan (Adiwilaga, 1985). 

Agropolitan District Growth


Pada dasarnya konsep pengembangan wilayah Agropolitan (Friedmann dan Douglass, 1976)  berawal dari tingkat perkembangan yang berbeda dan keterkaitan yang tidak simetris yang mengarah pada terjadinya leakage sehingga menyebabkan terjadinya distorsi antara rural dan urban. Pengembangan rural yang berkelanjutan dengan basis pemenuhan  kebutuhan dasar merupakan salah satu saran dari pendekatan Agropolitan.